Postingan

Gaji Setingkat Menteri

  “ masak pegawai dengan gaji setingkat menteri belinya rumah type 36” Lelucon basi itu nyaris saya selalu lemparkan kepada sesama kawan pegawai DJP, saya lupa tepatnya tapi seingatku ketika pemerintahan baru terpilih, Direktorat Jenderal Pajak langsung mendapat posisi khusus, tugas khusus dan tentunya penghasilan yang lebih khusus. Kalimat gaji pegawai Direktorat Jenderal Pajak pada jabatan tententu (Account Representative) akan setingkat gaji menteri dan kenaikan gaji pegawai lainnya yang meningkat tajam,semakin membuat kami ke level PHP to the max ketika diucapkan langsung oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sebuah forum resmi, dan para pegawai   pun menghitung hari kapan realisasinya. Kenaikan gaji pegawai Direktorat Jenderal Pajak adalah sebuah jalan memperkuat kinerja dan semangat para pegawai , jangan hanya dilihat pada satu sisi kenaikannya saja yang mungkin dapat membuat pegawai pemerintahan lain menjadi iri, tapi juga mestinya dilihat...

Dunia Tubby di Kebun Raya Enrekang

Gambar
“perbanyak jalan-jalan kak” itu mention kamerad topiq  kepada saya ketika saya mulai ngeluh soal sunyi di kota ini, maka jalan-jalanlah saya. Tulisan pertama saya tentang Enrekang ialah tentang keindahan menikmati senja dan gunung nona (bisa dibaca disini disini ), nah ditulisan kedua tentang melewati hidup di kota sunyi ini ialah liburan ke kebur raya bogor enrekang. Kebun Raya Enrekang terletak di desa Batu Milea, kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang. Jaraknya sekitar 220 km dari makassar atau lima jam perjalanan, dari kota Enrekang sendiri jaraknya sekitar 30 km. Kebun raya ini baru dimulai pekerjaannya pada tahun 2007. pintu masuk kebun raya enrekang prasasti penanaman pertama di kebun raya Enrekang Saat saya berkunjung kebun raya inipun masih dalam proses pengerjaan, ada beberapa bagian yang lagi dipugar dan diperbaiki, penambahan nama pada tiap-tiap lokasi taman pun baru dikerjakan, ada satu taman yang men...

Berebut Kue Penerimaan

Gambar
“kata AR saya jangan dicabangkan pak” “harus dicabangkan karena bapak dapat proyeknya di wilayah sini” Itu mungkin dialog langsung/telepon yang biasa kita dengar ketika akhir tahun ketika para AR (Account Representative) saling jegal penerimaan negara yang berhubungan dengan proyek APBD/APBN di wilayah kerjanya. Para kontraktor dari kota “besar” biasanya mendapat proyek di wilayah KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama yang basisnya wajib pajak bendahara, sehingga untuk memenuhi target penerimaan mereka mengambil strategi “pencabangan” yakni wajib pajak dari luar wilayah kerja mereka dicabangkan sehingga penerimaan pajaknya bisa masuk ke wilayah kerja tempat proyek itu terjadi. AR dari KPP Pratama/Madya yang menjadi pusat NPWP tersebut jelas bisa berang karena ini menghilangkan penerimaan yang sudah mereka canangkan menjadi target mereka, Bagi AR dari KPP Pratama tempat proyek terjadi hal ini tidak bisa disalahkan, karena mereka mengejar target yang diberi kantor pusat sehin...

Tentang Sederhana

“ Sederhana, sederhana, tak punya apa2 tapi banyak cinta ” Kalimat diatas bukan pidato menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi , tapi lirik lagu Slank diambil dari lagu “seperti para koruptor”. Lagu ini lagu lama tentang hidup itu yang penting sederhana dan bahagia, percuma punya segalanya tapi tidak tenang seperti para koruptor. Saat lagu ini ada tak ada yang ribut soal sederhana, mungkin dianggap angin lalu mungkin pula karena bukan menteri yang menyanyikannya. Sebenarnya jari dan pikiran sudah mau nulis ini sejak minggu lalu, pertanyaan pertama yang muncul di benak saya, ada apa dengan bangsa ini disuruh hidup sederhana saja sampai heboh sekali. Ternyata ada beberapa yang membuat heboh, pertama soal singkong dan kedua soal apakah pejabat dan lingkungannya sudah memberi contoh buat itu. Saya akan mulai membahas soal yang kedua. Menurut saya prinsip dasar soal nasehat,menasehati, perintah dan pemberi perintah sebenarnya sangat sederhana. Jika kita yang memberi perintah maka k...

Manusia sebagai Manusia

Waktu kecil seusai maghrib jika bapak pulang lebih cepat dari kantor maka dia akan mengajak kami ke teras dan bercerita tentang hal apa saja, dari dongeng hingga kisah para nabi salah satu yang saya ingat ialah tentang Abunawas. Suatu hari Abunawas datang  memenuhi undangan sebuah perjamuan makan dengan pakai ala kadarnya. Dia dilarang masuk sama penjaga rumah, lalu dia pulang mengganti bajunya barulah dia dizinkan masuk, sesampai di dalam diambilnya semua makanan dan ditumpahkan ke bajunya “makan ini semua duhai baju, undangan ini untukmu bukan untukku”. *** Memandang manusia sebagai manusia, ialah konsep utuh menjadi seorang manusia yang beragama (dalam pandangan saya konsep utuh menjadi muslim). Seorang manusia tidaklah layak kita pertanyakan kemampuannya, hanya karena baju yang dia pilih. Saya percaya diberikannya akal kepada manusia ialah untuk mencari kebenaran, jelas kebenaran itu mesti ditunjang dengan hati nurani, dan hati nurani yang bersih tidak akan pernah mau meni...

Otonomi Pajak :Sebuah Jika Nanti

Otonomi Pajak, harga mati buat penerimaan negara. Benarlah demikian adanya jika kita melihat dari postur APBN kita, namun jika kita melihat sistem yang berjalan maka mari mencerna ulang apa itu yang baik buat negeri kita ini. Saat pertama modernisasi Direktorat Jenderal Pajak, Sri Mulyani sudah mengeluh tentang kurangnya auditor pajak, beberapa isu beredar bahwa menarik beberapa fungsional Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kedalam tubuh DJP, namun itu hanya sekedar isu yang kemudian menjadi hilang begitu saja. Masa berganti, target penerimaan pajak hanya menjadi target dan sekedar mimpi, ditengah jalan bahkan sering direvisi dan itupun tetap tidak tercapai, lalu masalahnya dimana. Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengeluh soal kekurangan pegawai, tentu ini alasan yang bisa pula dibenarkan jika melihat perbandingan jumlah wajib pajak dan petugas pajak di negara-negara maju, dan keluhan Dirjen Pajak ini kayaknya akan menjadi angin lalu karena Menteri Aparatur Negara da...

Sebuah Refleksi : Pembenaran atau Kebenaran?

Syahdan, seorang pamong yang sebentar lagi digadang-gadang menduduki tampuk pimpinan tertinggi kena gerebek di sebuah hotel, bersama dua orang wanita yang memang teramat menggoda mata dan barang bukti obat terlarang. Masyarakat heboh dibuatnya, kawan-kawan yang dekat dengan dia meyakinkan semua kenalan mereka bahwa sang pamong hanya berkunjung, dan tanpa sepengetahuannya obat-obat terlarang itu sudah ada di kamar tersebut. Hasil tes urine membuktikan bahwa sang pamong negatif menggunakan obat-obatan tersebut, dia kini duduk di tampuk pimpinan tertinggi di sebuah daerah di negeri ini. Entah berapa banyak dari kita yang masih mengingat kejadian ini, dan entah hanya berapa banyak kita yang menduga-duga bahwa bukti-bukti itu hanya pembenaran, bukanlah sebuah kebenaran. ****** Riuh sebuah group media sosial yang saya ikuti tiba-tiba ramai, seorang guru besar Universitas Hasanuddin kena gerebek dan bersamanya ada seorang dosen , mahasiswi, dan dalam kamar itu ada obat terlaran...