Postingan

Terlalu Banyak Duka Hari Ini.

Gambar
Pagi ini salah satu grup WA ku penuh ucapan bela sungkawa, ayah seorang kawan berpulang, sebuah kehilangan berat pagi Yosephine Rangan . Saya tidak bisa menggambarkan duka secara sempurna namun saya lalu membayangkan gadis mungil teman kuliah di Prodip STAN itu menangis, senyum ceria yang hilang, suaminya yang memeluknya, dan dikelilingi keluarga yang terisak. Sebuah pedih tak bisa digambarkan secara sempurna, takkan bisa. *** Menjelang siang sebuah grup WA lagi penuh ucapan duka, seorang anak dari kawan waktu mencicipi bangku kuliah di FH-UH meninggal. Sebuah duka lagi. Akbar Junadi , seorang kawan yang saya kenal akrab lebih dari satu dekade berbalut duka yang perih , adakah yang lebih sakit dari menguburkan anak sendiri? Anak lelaki yang diharapkan jadi penerus kebanggaan? Sebuah duka tak bisa digambarkan sempurna. Akbar Junaid dan Hafidz Seperti lelaki pada umumnya dia pintar menyembunyikan duka, saya masih ingat di awal tahun 2000 saat ayahnya meninggal, kami k...

Sisi Lain KPP Pratama Watampone

Gambar
Good Afternoon fellas.... Thank God it's Thursday, weekend is approaching soon As we all know that Thursday is the time for 808 English Club. And this evening's meeting is going to be special because we'll have guests  from overseas coming. So, don't miss it, mark your schedule and make sure you attend's todays meeting at: Place : Meeting Room (2nd floor) / Ruang Rapat Lt 2 Time : 5 p.m - 6 p.m (sharp!) Guest : Exchange students from Belgium, Italy, and Thailand Topic : Cultural Exchange : Belgium (Belgia), Italy, and Thailand See you all there.... Pesan ajakan berbahasa inggris itu akan selalu muncul di kamis menjelang sore lewat sarana pesan winpop di PC kantorku, pengirimnya siapa lagi kalau bukan si “Madun” Dani Prakoso. *** Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone terletak di kabupaten Bone, sekitar 179 km dari kota Makassar, atau 4-5 jam perjalanan darat, dengan suguhan pemandangan tebing, dan jurang yang indah namun juga membu...

Tax Amnesty, Lalu Apa???

Gambar
sumber gambar :poskotanews.com Akhirnya Presiden Jokowi buka suara juga tentang pentingnya RUU Tax Amnesty yang diajukan pemerintah untuk segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Tax Amnesty sendiri sangat perlu dengan pola pikir pembangunan yang dianut pemerintah sekarang “penerimaan berbasis pengeluaran” dimana pemerintah merencanakan dahulu pengeluaran baru kemudian penerimaan, dengan pola seperti ini maka mau tidak mau pajak menjadi tulang punggung utama. Penerimaan pajak mesti optimal sehingga pengeluaran khususnya pembangunan infrastruktur dapat terus berjalan. Bagaimana jika penerimaan Negara tidak tercapai? Belajar dari tahun-tahun sebelumnya maka pemerintah biasanya akan melakukan peminjaman utang luar negeri, penjualan Surat Utang Negara (SUN) atau yang teranyar mengundang pihak luar melakukan investasi untuk kepentingan publik, sudah barang tentu semua ini akan bermuara pada deal-deal politik tertentu yang adalah bohong besar jika tidak mengurangi k...

Ada Apa dengan TUKIN (Bukan tulisan Forum Sebelah)

Gambar
Baiklah jika ada yang belum ngeh apa itu TUKIN , kemungkinan dia bukan golongan elite  PNS negeri ini (silahkan google sajalah) Bagi anda yang punya kenalan, keluarga, saudara pegawai dejepe kemungkinan besar sudah mengetahui hal ini, apalagi bagi anda yang suka baca berita keuangan, ekonomi dari media yang dapat dipercaya secara jurnalistik dan ditulis oleh bukan Jonru dan sejenisnya, maka berita tentang pemotongan tukin pegawai pajak sebesar 20 % bukanlah hal yang baru Lalu?? Pertama sebagai keluarga besar dejepe, saya berharap anggota keluarga yang lain legowo dengan perpres ini, toh ketika perpres ini ditandatangani kita menerimanya dengan kepala tegak, maka ketika hukuman berasal dari perpres ini mari kita menerimanya. Demotivasi jelas adalah sesuatu yang wajar, namun kembali ke barisan adalah sesuatu yang lebih jantan. Teman saya yang sudah mencapai tingkat kebijaksanaan sufi dalam menerima pemotongan ini berujar “Tukin itu dinaikkan nda bikin kaya, dipoton...

PION

Gambar
“Pion tak bisa mundur, yang bisa mereka lakukan ialah saling mendukung” Setelah riuh reda forum diskusi,kaskus hingga kompasiana, kemana para pion mesti melangkah?. Secara umum saya tak mendukung perlawanan yang dilontarkan oleh apa yang di sebut KETAPEL itu, banyak hal yang membuat saya agak kecewa dengan cara mereka bergerak penuh emosi dan hanya berfokus pada perbedaan materi, namun apakan pion membiarkan pion lain mati dengan percuma? Sebagai sesama pion, yang terkadang pula digunakan sebagai tameng oleh para perwira maka saya pikir adalah hal yang kurang tepat juga jika kita membiarkan mereka berada dalam ancaman, maupun juga memberikan ruang pembungkaman terhadapa kritik ke atasan, namun sekali lagi cara yang ditempuh mestilah sebuah jalan bersama, dan santun karena bagaimanapun pada akhirnya kesolidan organisasi Direktorat Jenderal Pajak adalah hal yang lebih utama dalam menjaga sinergi pengamanan penerimaan Negara. Lalu apa langkah selajutnya? Jawabannya yang...

LEBAH vs BERUANG

Kalau begini, para investor akan menarik dana mereka ke luar negeri” Keluhan itu diucapkan oleh Direktur Bank Nasional Indonesia, sehubungan dengan rencana Direktorat Jenderal Pajak mengintip deposito pada tiap-tiap bank dan berlindung dibalik hukum kerahasiaan nasabah.Sebelum kita membenarkan anggapan sang direktur mari sejenak berpikir terbuka,bukanlah suatu hal tidak mungkin kecurigaan yang selama ini timbul bahwa beberapa orang kaya mengakali peraturan yang ada dan memecah belah deposito-deposito mereka agar terhindar dari pajak deposito adalah sesuatu yang benar adanya, nahasnya ialah kalau ternyata secara sadar para pemilik dan bahkan mungkin petinggi serta karyawan yang kerja di Bank-bank tersebut sadar dan tahu mengenai hal ini, tapi memilih diam selama tidak melanggar peraturan. Padahal yang mereka lakukan ini adalah mencari celah dan mengakali peraturan sehingga membuat potensi pajak tidak tergali maksimal.  Inilah Indonesia, di satu sisi ada beberapa kelom...

Marah Kepada Anak

Gambar
Tulisan yang akan anda baca ini terinspirasi secara penuh dan sadar dari sebuah bagian cerita dalam buku “Si Cacing dan Kotorannya” karya Ajahn (guru) Brahm, seorang petapa dan penganut agama Buddha. Pernahkah anda memaki lampu merah yang menghalangi anda pulang ke rumah atau ke sebuah janji penting? bahkan mungkin anda pernah juga memaki kenapa bagian yang memotong jalur anda lampu merahnya terasa lebih cepat daripada jalur yang anda lalui? Menuduh mereka yang mengatur waktu traffic light tidak becus dan membuat sejuta alibi pembenaran terhadap semua makian anda. Pertanyaannya sebenarnya apa yang anda harapkan dari sebuah lampu merah? Mengatur lalu lintas atau memperlancar perjalanan anda? Apa salah mereka yang mengatur sistem waktu traffic light? Apakah mereka orang-orang memang berniat menjahili anda atau waktu mereka menghitung kepadatan lalu lintas maka itulah hitungan waktu yang mereka peroleh?. Terlalu sering kemarahan membawa kita pada pembenaran pikiran-pikiran ki...