Postingan

PION

Gambar
“Pion tak bisa mundur, yang bisa mereka lakukan ialah saling mendukung” Setelah riuh reda forum diskusi,kaskus hingga kompasiana, kemana para pion mesti melangkah?. Secara umum saya tak mendukung perlawanan yang dilontarkan oleh apa yang di sebut KETAPEL itu, banyak hal yang membuat saya agak kecewa dengan cara mereka bergerak penuh emosi dan hanya berfokus pada perbedaan materi, namun apakan pion membiarkan pion lain mati dengan percuma? Sebagai sesama pion, yang terkadang pula digunakan sebagai tameng oleh para perwira maka saya pikir adalah hal yang kurang tepat juga jika kita membiarkan mereka berada dalam ancaman, maupun juga memberikan ruang pembungkaman terhadapa kritik ke atasan, namun sekali lagi cara yang ditempuh mestilah sebuah jalan bersama, dan santun karena bagaimanapun pada akhirnya kesolidan organisasi Direktorat Jenderal Pajak adalah hal yang lebih utama dalam menjaga sinergi pengamanan penerimaan Negara. Lalu apa langkah selajutnya? Jawabannya yang...

LEBAH vs BERUANG

Kalau begini, para investor akan menarik dana mereka ke luar negeri” Keluhan itu diucapkan oleh Direktur Bank Nasional Indonesia, sehubungan dengan rencana Direktorat Jenderal Pajak mengintip deposito pada tiap-tiap bank dan berlindung dibalik hukum kerahasiaan nasabah.Sebelum kita membenarkan anggapan sang direktur mari sejenak berpikir terbuka,bukanlah suatu hal tidak mungkin kecurigaan yang selama ini timbul bahwa beberapa orang kaya mengakali peraturan yang ada dan memecah belah deposito-deposito mereka agar terhindar dari pajak deposito adalah sesuatu yang benar adanya, nahasnya ialah kalau ternyata secara sadar para pemilik dan bahkan mungkin petinggi serta karyawan yang kerja di Bank-bank tersebut sadar dan tahu mengenai hal ini, tapi memilih diam selama tidak melanggar peraturan. Padahal yang mereka lakukan ini adalah mencari celah dan mengakali peraturan sehingga membuat potensi pajak tidak tergali maksimal.  Inilah Indonesia, di satu sisi ada beberapa kelom...

Marah Kepada Anak

Gambar
Tulisan yang akan anda baca ini terinspirasi secara penuh dan sadar dari sebuah bagian cerita dalam buku “Si Cacing dan Kotorannya” karya Ajahn (guru) Brahm, seorang petapa dan penganut agama Buddha. Pernahkah anda memaki lampu merah yang menghalangi anda pulang ke rumah atau ke sebuah janji penting? bahkan mungkin anda pernah juga memaki kenapa bagian yang memotong jalur anda lampu merahnya terasa lebih cepat daripada jalur yang anda lalui? Menuduh mereka yang mengatur waktu traffic light tidak becus dan membuat sejuta alibi pembenaran terhadap semua makian anda. Pertanyaannya sebenarnya apa yang anda harapkan dari sebuah lampu merah? Mengatur lalu lintas atau memperlancar perjalanan anda? Apa salah mereka yang mengatur sistem waktu traffic light? Apakah mereka orang-orang memang berniat menjahili anda atau waktu mereka menghitung kepadatan lalu lintas maka itulah hitungan waktu yang mereka peroleh?. Terlalu sering kemarahan membawa kita pada pembenaran pikiran-pikiran ki...

Gaji Setingkat Menteri

  “ masak pegawai dengan gaji setingkat menteri belinya rumah type 36” Lelucon basi itu nyaris saya selalu lemparkan kepada sesama kawan pegawai DJP, saya lupa tepatnya tapi seingatku ketika pemerintahan baru terpilih, Direktorat Jenderal Pajak langsung mendapat posisi khusus, tugas khusus dan tentunya penghasilan yang lebih khusus. Kalimat gaji pegawai Direktorat Jenderal Pajak pada jabatan tententu (Account Representative) akan setingkat gaji menteri dan kenaikan gaji pegawai lainnya yang meningkat tajam,semakin membuat kami ke level PHP to the max ketika diucapkan langsung oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sebuah forum resmi, dan para pegawai   pun menghitung hari kapan realisasinya. Kenaikan gaji pegawai Direktorat Jenderal Pajak adalah sebuah jalan memperkuat kinerja dan semangat para pegawai , jangan hanya dilihat pada satu sisi kenaikannya saja yang mungkin dapat membuat pegawai pemerintahan lain menjadi iri, tapi juga mestinya dilihat...

Dunia Tubby di Kebun Raya Enrekang

Gambar
“perbanyak jalan-jalan kak” itu mention kamerad topiq  kepada saya ketika saya mulai ngeluh soal sunyi di kota ini, maka jalan-jalanlah saya. Tulisan pertama saya tentang Enrekang ialah tentang keindahan menikmati senja dan gunung nona (bisa dibaca disini disini ), nah ditulisan kedua tentang melewati hidup di kota sunyi ini ialah liburan ke kebur raya bogor enrekang. Kebun Raya Enrekang terletak di desa Batu Milea, kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang. Jaraknya sekitar 220 km dari makassar atau lima jam perjalanan, dari kota Enrekang sendiri jaraknya sekitar 30 km. Kebun raya ini baru dimulai pekerjaannya pada tahun 2007. pintu masuk kebun raya enrekang prasasti penanaman pertama di kebun raya Enrekang Saat saya berkunjung kebun raya inipun masih dalam proses pengerjaan, ada beberapa bagian yang lagi dipugar dan diperbaiki, penambahan nama pada tiap-tiap lokasi taman pun baru dikerjakan, ada satu taman yang men...