Postingan

Ibu dan Ayam Kecap Buatannya

Ibu dan Ayam Kecap Buatannya “istri saya terlihat makin cantik saja”- Bapak, 63 tahun diucapkan sesaat sebelum Ibu dikafani *** Sehari sebelum puasa setelah agak sulit mencari angkutan untuk balik ke Makassar, -karena sebagian besar supir angkutan tidak ada yang berangkat sore dari Watampone,  mereka ingin pula menikmati sahur pertama bersama dengan keluarga, jarak Watampone-Makassar kurang lebih 5-6 jam dengan kondisi perbaikan jalan sekarang ini-, akhirnya saya tiba di rumah mendapati Bapak lagi sendiri di depan tivi. Ramadhan ini jelas bukan ramadhan yang indah bagi bapak , saya dan adik-adik, kami baru saja kehilangan ibu tanggal empat belas mei kemarin, sebuah hal yang berat setelah keletihan  yang teramat panjang, kami tidak ingin menyalahkan dokter karena menunda tindakan medis (tanpa penjelasan yang dapat kami terima) yang  membuat Ibu kian parah, karena kami percaya apapun jalannya maka pada detik itu di tanggal empat belas mei diantara waktu 0m1.50, Ibu har...

Catatan-Catatan Rumah Sakit

Gambar
Pernahkah kau benar-benar sakit? *** Bangsal yang sederhana, empat ranjang dihuni empat pasien, setengah enam para pendamping pasien yang biasanya anak, orang tua atau suami/istri pasien akan terbangun dengan badan yang pegal, lantai kamar bangsal bukanlah tempat yang empuk, tak ada sofa karena hidup bukan di shitnetron. Antara pukul tujuh sampai dengan pukul sembilan ruang dan tubuh pasien dibersihkan,kursi-kursi roda dijejerkan beberapa dari mereka akan diobservasi dan dioperasi, bukankah sebuah pagi yang sangat sibuk? Antara jam-jam itu pula, kantin atau apapun namanya yang menjual makanan ramai dengan pengunjung, beberapa orang memesan makanan buat pendamping pasien bahkan makanan buat pasien sendiri yang sudah bosan dengan makanan rumah sakit, bukan sekedar karena rasa atau karena penyajian lebih dari itu karena ketika mata kita hanya bisa menubruk dinding-dinding putih rumah sakit setidaknya lidah kita tidak.  Setelah jam-jam itu pengantar makanan rumah sakit dat...

Ziarah Kubur dan Siapkah Buat Pulang?

Gambar
Dalam Islam ada beberapa pandangan tentang hukum ziarah kubur, ada sebagian kecil yang beranggapan bahwa ziarah kubur adalah hal yang tidak dibolehkan, sehingga kuburan tidaklah perlu dibuatkan nisan sebagai penanda, hal ini selain didasari oleh beberapa landasan hadist juga dengan ketakutan bahwa kuburan-kuburan tersebut dapat dijadikan lokasi mistis dan malah menjadi tempat bermohon yang pada akhirnya bisa menyekutukan ALLAH. Ketakutan ini didasarkan pada cerita bahwa orang-orang baik yang meninggal kemudian pada akhirnya kuburannya disembah, dalam buku Sejarah Agama-Agama (karya prof Allan Mendes, D.D) memang ada catatan bagaimana manusia menyembah roh-roh leluhur mereka. Terlepas bahwa menurut pemikiran saya hal tersebut untuk masa sekarang ini adalah hal yang terlalu ditakutkan, karena pemikiran manusia telah berkembang, pandangan ini tetap harus dihargai karena bukankah tidak ada yang bisa memastikan masa depan , apalagi mengatur pandangan manusia-manusia di masa yang akan datan...

Jalan Terjal Perjuangan Kita

Saya kagum dengan apa yang terjadi sekarang , para generasi muda mulai saling diskusi lewat tulisan maupun media-media sosial , ada sebuah posting yang sangat menarik. “Muhammad Ali Jinnah dikenal dengan julukan Quaid-i-Azam alias pemimpin besar. Di negaranya dia sangat dominan dan menjadi ikon politik yang sangat diingat. Salah satu alasannya adalah kemerdekaan Pakistan dari India yang salah satunya digawangi oleh Jinnah. Meskipun demikian menjelang ajal Jinnah mengenang peristiwa besar itu dengan sesal. Dalam salah satu wawancara dia menumpahkan perasaannya tersebut, Satu keputusan yang membuat aku merasa berdosa seumur hidup adalah aku telah berani-beraninya memerdekakan Pakistan” Adakah kemerdekaan yang tak berdarah-darah? Pasti ada, namun apapun perjuangan yang kita tempuh , resiko ke depan jelas ada, terlalu banyak rintangan yang mungkin tidak kita perkirakan, itulah sebabnya tulisan Gita Wiryawan tentang “Yang Penting Pisah Dulu, Nanti Gampang” adalah sebuah kritik bag...

Tax Amnesty Bukan Monster

“Tax Amnesty itu rumit!!” –Arul, Wajib pajak yang gemar konsultasi Di republik ini segala hal yang berhubungan dengan birokrasi adalah hal yang rumit, tax amnesty adalah salah satu diantaranya. Namun bukankah sulit itu masalah kecakapan? Disekitar kita ada banyak orang yang bisa membantu dan jadi tempat belajar, kuncinya ialah mau tidak kita belajar berurusan dengan birokrasi, karena hal ini adalah sebuah keniscayaan. Selain rumit tax amnesty akhir-akhir ini dianggap sebagai momok, entah siapa yang pertama kali menyebarkan “teror” jika tak mengikuti tax amnesty maka akibatnya harta anda akan dianggap sebagai penghasilan tahun harta tersebut ditemukan dan dikenakan tarif pajak sesuai UU KUP (25 atau 12,5% buat Wajib Badan, 5% s.d 35% untuk Wajib Pajak Orang Pribadi).  Jika hanya melihat satu sisi maka pernyataan ini pun benar adanya, namun yang lupa ditekankan oleh penyebar “teror” ini bahwa tax amnesty itu bukanlah sebuat kewajiban tapi sebuah pilihan. Lalu apa pilihan-p...

Soal Tax Checking: Sebuah Diskusi

 (sebuah tanggapan atas masukan kawan-kawan birokreasi) Membaca adalah hal yang mengasyikkan, salah satu bacaan senggang saya diantara rutinitas kantor adalah tulisan-tulisan di birokreasi dan tulisan-tulisan yang dibuat para kamerad dibelakangnya. Sebelum saya memulai tulisan yang merupakan tindak lanjut diskusi kita, izinkan saya memberikan hormat kepada kalian. Dalam tanggapannya kawan-kawan di birokreasi menemukan titik lemah pada sistem DPO (Daftar Pencarian Orang) di Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (ah kasihan para jomblo yang kurang perhatian ). Sistem bagaimanapun baiknya maka  akan tergantung “ man behind the gun ” nya , maka tidak ada solusi sempurna selain khilafah #eh.  Kelemahan ini bisa ditutupi dengan menerbitkan petunjuk teknis tentang Wajib Pajak dengan kriteria apa sehingga bisa dimasukkan ke dalam DPO, bisa karena adanya nilai potensi yang tinggi, adanya Surat Ketetapan Pajak, dan atau STP serta parameter lainnya. Disamping itu mem...

Sebuah Gagasan : Tax Checking

"karena jika sebuah kebijakan hanya untuk mempermudah dunia usaha semata tanpa penguatan lembaga penegakan yang ada maka kita akan terjebak pada kerja yang hanya untuk pengusaha dan penguasa." Pemerintah tahun ini membuat bebarapa langkah strategis yang dianggap mampu memperkuat kebijakan perpajakan di tanah air di masa yang akan datang, mulai dari kenaikan penghasilan yang tidak kena pajak (PTKP) hingga yang teranyar kebijakan Tax Amnesty . Pemerintah seperti yang dikutip oleh beberapa media juga sedang membahas untuk menurunkan tarif penghasilan Wajib Pajak Badan menjadi 17% (dari semula 25%), pemerintah memiliki alasan yang kuat yakni persaingan pasar global khususnya dengan Negara-negara tetangga, namun jika tidak berhati-hati maka kebijakan-kebijakan yang menjadi angin segar bagi dunia usaha ini membuat pemerintah menjadi hamba pengusaha (orang kaya) bukan  lagi kerja, kerja, dan kerja untuk rakyat. Segala stimulus perpajakan yang ada saat ini jika di tahun mend...