Postingan

Wawancara Dengan Caleg Dapil Empat Makassar, Andi Nabila Ansyari

Gambar
sumber : Facebook/Byla Andi Nabila Ansyari Gie pernah berujar “politik adalah lumpur kotor tapi kita harus turun ke dalamnya jika keadaan memaksa”, sekarang lihatlah bangsa ini dan kondisi dunia politiknya, bagaimana sering kita dengar anggota dewan yang terhormat plesiran dengan kedok studi banding, atau tidur bahkan tidak hadir pada saat rapat dan yang lebih parah mengambil hak rakyat. Kondisi ini adalah kondisi memaksa, generasi muda harus turun ke lumpur ini, tulisan ini adalah bagian sedikit dari itu. Tulisan ini saya buat sebagai bagian turun tangan saya membantu masyarakat mengenal calon wakil mereka, kenapa daerah pemilihan 4 (empat) yang saya pilih karena saya merupakan pemilih pada daerah pemilihan tersebut, hal ini memang agak subjektif, tapi ini juga bisa mendorong kawan-kawan yang lain melakukan hal yang sama. Tulisan ini rencananya akan saya buat sebanyak mungkin, sebanyak calon yang ada dan bersedia diwawancarai lewat email, bagi anda yang ingin membantu da...

Mempertanyakan “Keberhasilan” Penghapusan PPnBM atas Miras

Masih pagi disini ketika saya mencari bahan untuk pajak usia dini , mata saya tertuju pada sebuah artikel yang dibagikan oleh @pandupajak , Chatib Basri Hapus Miras dari Objek PPnBM, penulis artikel tersebut menganggap hal ini sebagai sebuah keberhasilan, saya langsung bertanya kepada teman sejawat, apakah dengan tidak dikenakan PPnBM maka objek tersebut dianggap juga bebas dari PPN dan PPh? dia menjawab tidak, mungkin saya dan teman saya ini yang masih terlalu cupu. Mari kita lihat argumen artikel yang di tulis di sini , sang penulis berujar bahwa sudah menjadi kontroversi sejak lama, jika memasukkan minuman beralkohol sebagai objek PPnBM dalam Peraturan Kementerian Keuangan sebagaimana diubah terakhir dengan PMK no.103/PMK.03/2009 yang pada lampiran 4 (empat) dan lampiran 6 (enam) terdapat dengan jelas bahwa minuman beralkohol tergolong barang mewah yang wajib dikenakan PPnBM selain kendaraan bermotor, implikasi peraturan ini ialah bahwa secara nyata Kementerian Keuangan da...

KP2KP Menara Pengawas Tanpa Senjata

Pernah tidak anda bermain game age of empires dan sejenisnya, jika tidak biar saya gambarkan sedikit tentang permainan ini, age of empires adalah permainan strategi perang, dengan mengandalkan pembentukan pasukan dan pembangunan benteng pertahanan serta penyerangan untuk menguasai dan menghancurkan benteng lawan. Lho apalagi hubungannya dengan Direktorat jenderal Pajak? Apa karena jangan-jangan banyak pegawai yang lebih rajin main game di komputer kantor jadi penerimaan negara ngos-ngosan dicapainya? Bukan, hubungannya terletak pada filosofi benteng pertahanan tadi. Pajak dalam APBN kita bisa diibaratkan sebagai benteng pertahanan, Pajak yang kuat akan seperti benteng yang kokoh yang dapat membuat kita memenangkan permainan, atau dalam hal keuangan negara dapat membuat kita menciptakan kemandirian keuangan negara. Benteng yang kuat , selayaknya memiliki menara-menara pengawas yang berfungsi melindungi benteng sejak dini, dan untuk benteng bernama Direktorat Jenderal Pajak ...

Cinta Sesederhana Kampret

Saat pulpenku macet menulis cinta untukmu Tiba-tiba aku berpikir menjadi si Sapardi Ingin mencintaimu sesederhana kata dia dalam puisi Kekasih, Jatuh cinta itu sederhana Sesederhana kopi atau teh di pagi hari Biskuit di sore hari Kekasih, Jatuh cinta itu sederhana Sesederhana sms togel yang bisa masuk ke hpku Kapan saja Kekasih, Jatuh cinta itu sederhana Sesederhana manusia sekarang Berganti hp atau camera Kekasih, Jatuh cinta itu sederhana Sesederhana kamu baca puisi ini Lalu bilang “Kampret, cinta tak sederhana”