Postingan

KALAH JANGAN FITNAH

Gambar
“Akhirnya kita akan tiba di suatu fase, di mana kita melihat akhir suatu kompetisi. Menang dan Kalah”. Kalah bermakna tidak menang atau dalam keadaan tidak menang, tentulah ini bukan suatu hal yang indah dan menyenangkan, karena dalam alam pikir kita yang indah adalah kemenangan, namun seperti halnya kemenangan, pada hakikatnya kekalahan juga bisa mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya adalah menjadi dewasa dan terus belajar. Ada suatu waktu di masa remaja kita tak bisa menerima kekalahan dalam hal apa saja, (biasanya dalam hal asmara) bahkan ada yang tidak berbicara lagi dengan beberapa orang hanya karena masalah dikalahkan, beranjak tua kita mestinya semakin dewasa dan bisa menerima setiap hasil kekalahan dalam hidup kita. Kalah bisa mengajarkan banyak hal apabila hati kita terbuka untuk menerimanya, bahkan mungkin kalah juga sebenarnya menyelamatkan kita , saya mengutip sebuah status dari seorang teman saya : “ sudahlah pak hukum dan aturan buatan manusia jauh ...

Saya SALAH

Tulisan ini tidak akan seperti biasanya, biasanya tulisan itu saya buat dalam bentuk   draft   dulu lalu saya baca berulang-ulang dan dua atau tiga hari kemudian saya posting di blog, tulisan ini langsung saya tulis seketika saja setelah melalui pemikiran sambil bersepeda *skip ini pencitraan* Benarlah bahwa dalam kode etik yang dilarang ialah menjadi SIMPATISAN AKTIF atau KADER partai politik, namun  dalam PP 53 terdapat kalimat sebagai berikut (  Pasal 4 angka 13 PP No. 53 tahun 2010 ttg Disiplin PNS ) bahwa setiap   PNS DILARANG   : "Memberikan dukungan kepada calon Presiden / Wakil Presiden dengan cara: angka b. Mengadakan kegiatan yg mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon  yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat". Dalam pandangan saya status di Facebook ata...

INI PESTA (DEMOKRASI)

Gambar
Dalam sebuah pesta kadang ada yang rese, yang mabuk, yang bernyanyi terlalu keras, yang bergoyang dan nyenggol orang, atau yang sibuk pacaran di pojokan. Ini pesta di mana tiap orang di atas tujuh belas tahun diundang, namun seringkali mereka lupa kalau dalam pesta ,suara dan musik bukan hanya milik mereka. Pemilihan presiden bagi saya adalah sebuah pesta, entah bagi anda? Mungkin anda menganggap ini perang seperti pandangan serdadu tua yang dulu sempat saya agungkan dan pilih saat pemilihan presiden pertama kali secara langsung diselenggarakan, ah sungguh saya kecewa dibuatnya. Politik seperti racun yang menggerogoti idealismenya tak ada suara tegasnya menantang para pemimpin yang hanya sibuk memandang rakyat dari menara gading, dia menjadi pengguna segala cara asalkan kuasa memuaskan asa. Ini hanya pandangan saya tentang serdadu tua itu dan mungkin saya salah. Orang-orang yang sepaham dengan serdadu tua itu menjadikan konsep pesta demokrasi berubah pertarungan antar kedua ku...

Surat buat Mantan yang akan Menikah

“Ketika seseorang mengatakan aku cinta padamu dengan bersungguh-sungguh, maka sebenarnya dia ingin mengatakan aku mencintai kemanusiaan yang ada padamu, semua yang hidup; aku mencintai diriku yang ada padamu”-Erich Fromm Apa kabar mantan kekasihku? Aku dengar kamu akan menikah, jangan tanyakan apa aku akan datang ke pesta pernikahanmu?, tapi mari tanyakan apa kamu berani mengundangku?. Beberapa hari yang lalu, dari seorang kawannya teman, yang ternyata temanmu (ah betapa kecil kota ini) aku mendengar kamu akan menikah, hal pertama yang ada dalam benakku adalah doa agar kamu bahagia, bukankah begitu seharusnya? Kita pernah bersama, lalu terpisah. Jangan salahkan tembok yang bernama adat, agama dan sebagainya, mari kita terima sebagai suatu kisah bahwa kita harus berpisah karena yang kita punya ternyata cuman sebuah cinta. Aku ingat pernah membaca sebuah teori tentang ini, cinta yang kita pahami saat itu adalah eros sebuah cinta yang didasarkan gairah semata, aku tergo...

Kepada (Calon) Presiden Tanah Air Beta

Salam, Apa kabarnya bapak presiden? Saat menulis surat ini saya lagi singgah di ibukota negara, surat ini saya tulis dari atas ketinggian lantai 27 sebuah gedung pencakar langit yang angkuh. Kota ini gila pak presiden semua orang berpacu dengan waktu, macet telah menjadi bagian dari ibadah orang-orang di sini. Semoga di tengah hiruk pikuk ini, bapak bisa berpikir jernih menyelesaikan masalah bangsa. Bapak presiden yang saya hormati. Saya adalah seorang buruh pemerintah yang berkerja jauh dari hiruk pikuk kota, di tempat kerja saya tak ada gedung setinggi ini, dari jendela kos saya masih akan nampak barisan pegunungan tempat dulu Kahar Muzakkar mengangkat senjata karena dikecewakan pemerintah pusat. Saya tidak berharap semua kota semaju jakarta, saya hanya berharap kehadiran bapak dapat dirasakan oleh semua lapisan rakyat indonesia, tidakkah bapak merasa beberapa tahun terakhir bangsa ini berjalan secara auto pilot, Presiden yang dulu terlalu sibuk menata citra di depan kam...

Perlukah Diklat Bela Negara?

Gambar
Di sini negeri kami Tempat padi terhampar Samuderanya kaya raya Tanah kami subur, Tuhan Di negeri permai ini Berjuta rakyat bersimbah luka Anak kurus tak sekolah Pemuda desa tak kerja Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami Padamu kami berjanji (lirik Darah Juang cipt John Tobing) Sejak menyeruak kasus Gayus Tambunan yang diikuti dengan rentetan kasus pegawai pajak yang “kongkalikong” lainnya, dan terakhir kasus Dhana Widyatmika, pimpinan Direktorat Jenderal Pajak seperti terpukul dan tersadar perlu sebuah terobosan, baik itu dalam hal pengawasan melekat maupun dalam hal peningkatan kedisiplinan dan cinta pada negara. Kedua hal ini dianggap perlu untuk mengatasi sifat egois beberapa pegawai yang lebih menyukai memperkaya diri sendiri daripada mengumpulkan uang tersebut di kas negara. Entah dari mana ide ini awalnya, untuk memperkuat hal-hal tesebut maka Diklat Bela Negara dianggap sebagai strategi yang tepat. Diklat Bela...

Sebuah Ide : Persatuan Pegawai Negeri Sipil

“ Apakah kalian dengar,rakyat bernyanyi Menyanyikan lagu penuh kemarahan Itulah lagu dari rakyat yang tak ingin diperbudak lagi Ketika jantung kami berdetak Bagaikan dentuman genderang Ada kehidupan dimulai Saat esok hari datang ” (terjemahan bebas dari OST Les Miserables) Pada tiap bagian  dunia akan selalu ada manusia-manusia kelas pekerja, mereka adalah alas dasar terhadap kegiatan usaha suatu bangsa yang sering dilupakan. Pada awalnya kelas pekerja di indonesia dikenal dengan sebutan buruh, dengan satu nama mereka bersatu memperjuangkan tiap orang dalam kelompoknya, menyuarakan aspirasi yang sama, menyoalkan soal ketidak adilan dan kesewenangan yang menimpa mereka kepada yang miliki kuasa dan bertindak layaknya dewa. Herdiansyah Hamzah dalam   Antara Buruh, Pekerja dan Karyawan , menulis bahwa pada zaman orde lama istilah buruh merupakan sebutan bagi siapapun yang bekerja dengan tujuan mendapatkan upah, baik itu di sektor industri maupun di sekto...