Postingan

Sebuah Tulisan yang Kurang Piknik

Gambar
"ah riyan, katanya pengabdi weekend tapi giliran liburan nulis kayak beginian dasar pengabdi weekend tapi kurang piknik" “Bahkan jika Tuhan yang menjadi presiden bagi pengamat dan pembuat video tetap akan kena kritikan karena menciptakan kemiskinan” Saat menulis cuitan itu saya baru saja pulang dari Rammang-Rammang menikmati ciptaan Tuhan dan baru akan berangkat makan malam dengan keluarga,menikmati liburan yang panjang ini. Cuitan itu sebenarnya hanya semacam lelucon dan tidak perlu penjelasan bertele-tele,cuitan itu juga tidak mengandung pendapat melarang kritik pada pemerintah, tapi lebih kepada rasa pribadi saya menanggapi mereka yang tiap cuitannya adalah kritikan tidak seimbang terhadap pencapaian-pencapaian yang dibangun pemerintah (pada masa apapun) sampai saat ini. Lalu kenapa membawa kemiskinan? Karena saya melihat mereka yang tiap cuitannya hanya melulu soal kritikan selalu membawa-bawa kemiskinan , tanpa mau melihat lebih luas, maka mari andai...

Akhir Pekan di Mall PIPO

Gambar
Makassar mungkin benar kian menuju jalan bising (atau mungkin buntu) pembangunan seperti halnya Jakarta, begitu banyak gedung-gedung baru yang membangun mimpi kita. Makassar mungkin sering dicaci karena macet , genangan air dan kesemerawutan kotanya, namun seperti halnya kota besar lain, dia menjadi tujuan para perindu. Entah berapa banyak mereka yang berharap menembus lubang kecil agar bisa bekerja dan ditempatkan di Makassar, kota dengan segala fasilitasnya kota yg pendidikannya lebih baik dibanding daerah-daerah penyangganya. Saya adalah salah seorang yg mesti tiap minggu pulang pergi Makassar, sudah hampir 14 tahun, karena di Makassar, saya memilih untuk menempatkan orang-orang yang saya cintai, ketimbang menemani saya berpindah kota dimana disetiap perpindahan itu yang pasti hanyalah ketidakpastian. Akhir pekan di Makassar bagi saya adalah waktu penting, semua berusaha saya maksimalkan agar bisa bersama keluarga, jadi jangan heran ajakan ngopi atau reuni kecil dari teman lam...

Catatan Lebaran Kita Liburan :635 Km

Gambar
Saat mau memulai catatan ini judul awal yang ingin saya pilih adalah “Saya ke Soppeng tapi tidak ke Lejjae”, yah supaya mirip-mirip portal berita online di Sulsel dengan rubrik milenialnya, yang tiap membaca saya sering bertanya “Yaa Tuhan, dimana pentingnya ini rubrik??”., tapi ah sudahlah mereka jelas punya landasan dan perhitungan pasar sendiri. *** Baiklah kita mulai catatan ini. Tahun ini adalah tahun kehilangan (lagi) buat keluarga saya setelah lima tahun yang lalu, namun tahun ini terasa berat karena yang pergi ialah Ibu, manusia yang sering membuat kita kesal dan jengkel karena ceramahnya, namun selalu rindu pulang karena masakannya, btw Ibu masak apa saat lebaran di surga yah? Bapak dengan segala kebijaksanaan dan kesabarannya ,kami tahu adalah orang yang paling terpukul, maka karena itu kami putuskan lebaran ini akan jadi liburan yang agak berbeda, kami akan lakukan perjalanan melewati sebelas kabupaten sebagai sebuah keluarga. Perjalanan kami mulai dari H+3 lebaran , ...

Ibu dan Ayam Kecap Buatannya

Ibu dan Ayam Kecap Buatannya “istri saya terlihat makin cantik saja”- Bapak, 63 tahun diucapkan sesaat sebelum Ibu dikafani *** Sehari sebelum puasa setelah agak sulit mencari angkutan untuk balik ke Makassar, -karena sebagian besar supir angkutan tidak ada yang berangkat sore dari Watampone,  mereka ingin pula menikmati sahur pertama bersama dengan keluarga, jarak Watampone-Makassar kurang lebih 5-6 jam dengan kondisi perbaikan jalan sekarang ini-, akhirnya saya tiba di rumah mendapati Bapak lagi sendiri di depan tivi. Ramadhan ini jelas bukan ramadhan yang indah bagi bapak , saya dan adik-adik, kami baru saja kehilangan ibu tanggal empat belas mei kemarin, sebuah hal yang berat setelah keletihan  yang teramat panjang, kami tidak ingin menyalahkan dokter karena menunda tindakan medis (tanpa penjelasan yang dapat kami terima) yang  membuat Ibu kian parah, karena kami percaya apapun jalannya maka pada detik itu di tanggal empat belas mei diantara waktu 0m1.50, Ibu har...

Catatan-Catatan Rumah Sakit

Gambar
Pernahkah kau benar-benar sakit? *** Bangsal yang sederhana, empat ranjang dihuni empat pasien, setengah enam para pendamping pasien yang biasanya anak, orang tua atau suami/istri pasien akan terbangun dengan badan yang pegal, lantai kamar bangsal bukanlah tempat yang empuk, tak ada sofa karena hidup bukan di shitnetron. Antara pukul tujuh sampai dengan pukul sembilan ruang dan tubuh pasien dibersihkan,kursi-kursi roda dijejerkan beberapa dari mereka akan diobservasi dan dioperasi, bukankah sebuah pagi yang sangat sibuk? Antara jam-jam itu pula, kantin atau apapun namanya yang menjual makanan ramai dengan pengunjung, beberapa orang memesan makanan buat pendamping pasien bahkan makanan buat pasien sendiri yang sudah bosan dengan makanan rumah sakit, bukan sekedar karena rasa atau karena penyajian lebih dari itu karena ketika mata kita hanya bisa menubruk dinding-dinding putih rumah sakit setidaknya lidah kita tidak.  Setelah jam-jam itu pengantar makanan rumah sakit dat...

Ziarah Kubur dan Siapkah Buat Pulang?

Gambar
Dalam Islam ada beberapa pandangan tentang hukum ziarah kubur, ada sebagian kecil yang beranggapan bahwa ziarah kubur adalah hal yang tidak dibolehkan, sehingga kuburan tidaklah perlu dibuatkan nisan sebagai penanda, hal ini selain didasari oleh beberapa landasan hadist juga dengan ketakutan bahwa kuburan-kuburan tersebut dapat dijadikan lokasi mistis dan malah menjadi tempat bermohon yang pada akhirnya bisa menyekutukan ALLAH. Ketakutan ini didasarkan pada cerita bahwa orang-orang baik yang meninggal kemudian pada akhirnya kuburannya disembah, dalam buku Sejarah Agama-Agama (karya prof Allan Mendes, D.D) memang ada catatan bagaimana manusia menyembah roh-roh leluhur mereka. Terlepas bahwa menurut pemikiran saya hal tersebut untuk masa sekarang ini adalah hal yang terlalu ditakutkan, karena pemikiran manusia telah berkembang, pandangan ini tetap harus dihargai karena bukankah tidak ada yang bisa memastikan masa depan , apalagi mengatur pandangan manusia-manusia di masa yang akan datan...

Jalan Terjal Perjuangan Kita

Saya kagum dengan apa yang terjadi sekarang , para generasi muda mulai saling diskusi lewat tulisan maupun media-media sosial , ada sebuah posting yang sangat menarik. “Muhammad Ali Jinnah dikenal dengan julukan Quaid-i-Azam alias pemimpin besar. Di negaranya dia sangat dominan dan menjadi ikon politik yang sangat diingat. Salah satu alasannya adalah kemerdekaan Pakistan dari India yang salah satunya digawangi oleh Jinnah. Meskipun demikian menjelang ajal Jinnah mengenang peristiwa besar itu dengan sesal. Dalam salah satu wawancara dia menumpahkan perasaannya tersebut, Satu keputusan yang membuat aku merasa berdosa seumur hidup adalah aku telah berani-beraninya memerdekakan Pakistan” Adakah kemerdekaan yang tak berdarah-darah? Pasti ada, namun apapun perjuangan yang kita tempuh , resiko ke depan jelas ada, terlalu banyak rintangan yang mungkin tidak kita perkirakan, itulah sebabnya tulisan Gita Wiryawan tentang “Yang Penting Pisah Dulu, Nanti Gampang” adalah sebuah kritik bag...