Postingan

catatan bangun tengah malam

Persiapan menuju hari H.... dua hari ini fisik ku drop karena ikut mengantar undangan, panas matahari selalu bisa mengalahkanku :)...belum lagi senin-jumat kemarin jadi pemateri diklat bendahara sekolah se kabupaten Barru, dan hari minggu sebelumnya dah ikut outbound kantor yang seperti bukan outbound. Btw ini akhir dari masa mudaku, apa aku menikmatinya?? apa aku menikmati masa mudaku?? sebentar lagi aku jadi pemimpin dan punya tanggung jawab yang besar, dan seperti kata film “akhir dari masa muda adalah sebuah tanjakan menikung”....sebuah masa yang sulit namun kita menginginkan buat melewatinya :) have a nice dream, karena aku belum bisa tertidur :)

tentang SUKSES dan BAHAGIA

Beberapa hari yang lalu, sempat cerita dengan beberapa teman tentang nasib seorang teman, yang begitu-begitu saja menurut kami, dan secara sadar atau tidak kita justru menyalahkan teman kita “salahnya sendiri, dia sendiri yang membuat susah dirinya, karena bla..bla...bla...” tiba2 waktu berlalu dan aku menyadari satu hal, apakah kita tahu bagaimana keberhasilan dan kesusksesan menurut teman kita itu, kita mungkin saja telah terperangkap dalam sebuah konsep kesuksesan dimana kita merasa bangga dengan pekerjaan kita, dengan gaji kita, dengan posisi kita sekarang!!!, tapi memperhatikan bahwa mungkin dia jauh lebih bahagia dari kita. Mungkin memang benar dia tidak “sesukses kita” tapi apalah makna sukses, teman kita itu mungkin jauh..jauhh..lebih bahagia dengan kesusesan menurutnya, sadarkah kita, kita terjebak dalam kamus menjadi “bawahan”, tidak merdeka, sedangkan teman kita telah menjadi pribadi bebas dan merdeka, dia tidak melihat dan perduli dengan pandangan orang tentang “sukses”...

persiapan..persiapan

Akhirnya bisa nulis lagi..terlalu banyak hal yang indah yang mesti dipersiapkan menuju hari bahagia itu..ok tidak semuanya indah, karena harus malawan panasnya cuasa makassar, tapi aku senang melakukannya...tidak sabar menunggu hari itu Beberapa hal-hal telah siap, undangan pernikahan beres, gedung beres, :) semoga semuanya berjalan lancar, dan makasih sama ALLAH yang terus saja melimpahkan rezekiNYA sehingga semua ini menjadi semakin lancar. Buat Rere Cinta adalah akar kehidupan dia seperti doa bagi jiwa seperti air bagi raga Cinta itu adalah goresan takdirNYA terciptas sebelum ada Cinta itu JubahNYA Cinta itu bayanganNYA maka beruntunglah yang menjaganya dalam kesucian semoga tiap pecinta menyatu dengan kekasihnya

buat puisi lagi

BOM vs KAPITALIS PENAKUT Saat ia beranjak dewasa kaca mata hitam mengingatkanku pada ronald bintang extravaganza apakah kita mengenalnya??? lalu... Saat ia hilang dari rumah apa kita mencarinya??? Dia hanya menjadi manusia biasa Rakyat yang tercecer dan terlupa Kini kita mengenalnya??? mengutuknya?? menemukan sebuah alasan membencinya?? B.O.M malam sebelumnya "dia bersujud, dalam linangan air mata bangga, memohon ampun padaNYA, malam itu dia jadi pengantin, esok ia akan jadi martir bagi apa yang disebutnya perjuangan" Malam sesudahnya "dia telah jadi martir di tempat yang salah" 20 Juli 2009..20.00 "Rooney dan Owen, menang dalam kekalahan sebelum bertanding dengannya" Ke(a)parat Rakyat minta tolong ke (a)parat rakyat dicuekin aparat rakyat beri amplop aparat rakyat di tolong aparat rakyat pulang mencaci ke(a)parat!!!

I love my family

Lama nda menulis lagi :), setidaknya beberapa rencana berjalan baik, orang tuaku dah ketemu ma orang tuanya rere, dan ada signal positif..alhamdulillah makasih ya Rabb. Saat ini aku akn menulis tentang hebatnya keluargaku sehingga bisa seperti sekarang ini, ok kami memang tak kaya dan bukan bos atau kepala kantor, tapi jika melihat kondisi kami sekarang dan membandingkannya dengan keadaan bapak dan mama dulu, maka kami wajib bersyukur atas semua ini. Dimulai cerita dari bapak, bapak ku bukan berasal dari keluarga mapan, dia dari keluarga yang broken home, dan harus melihat bagaiman bapak tirinya begitu kejam tidak pernah memberikannya uang jajan, bapak, berjualan es waktu SD dan orang tua bapak hanya penjual nasi kuning di pasar, dan karena kehebatan mbahnya yang berani bertaruh dengan fokus menyekolahkan anak terakhirnya (omnya bapak) maka bapak bisa sekolah ke Jakarta, dan seperti jalan cerita dongeng bapak bisa masuk STAN, dan dengan kerja dan doa serta pastinya ridho ALLAH, dia...

dan Indonesia menanti.....

Akhirnya isi blog ini lagi..setelah berjuang untuk JK-WIN via fecebook :)..ok hasilnya mengecewakan sejauh ini, namun ada rasa bangga di hati ini, rasa bangga yang lebih dibandingkan ketika menjadi simpatisan Azis Kahar Muzakkar di pilgub, pada saat itu orang bodoh pun tau akan kalah, tapi ada rasa kepuasan tersendiri berada di pihaknya, karena secara sadar dan tidak sadar dia telah menjadi “gubernur” di sebagian rakyat sulsel, buktinya lihat saja hasil DPD kemarin:) Bangsa ini telah menentukan pilihannya, dan mereka sebagian besar memilih melanjutkan apa yang adanya, dan selamat buat pihak yang memenangkan kompetisi ini..namun jika mau jujur maka ini adalah pilpres terburuk dalam sejarah Indonesia, dan KPU yang ada sekarang adalah KPU paling buruk!!! Jusuf Kalla akhirnya kalah, jelas ada kecewa namun ada bangga dalam hati ini, seorang putra sulsel berani tampil melawan kedigdayaan politik “tanah jawa”, dan beliau tampil memukau dan menunjukkan dirinya sebagai negarawan dalam setia...

tentang menghadapi kehilangan

Ini catatan tentang seorang sahabat yang baru saja kehilangan ibunya.Nur Fadly Danial SH, hal yang kuakui dari dia adalah sifat ketenangannya dalam menghadapi masalah apapun, manusia yang terkesan tidak punya masalah, kemarin dia kehilangan ibunya, ada sedih di guratan wajahnya, namun dia tetap tersenyum, aku tak melihatnya menangis, rere bilang dia hanya melihat fadly menangis saat ibunya diangkat. Fadly seorang sahabat yang tangguh dan berbakti sama orang tuanya, dia rela mencari anggur walau sudah tengah malam demi orang tuanya. Semoga ALLAH memberimu ketabahan yang lebih sobat. Aku jadi ingat saat semester 3 kuliah dulu, saat Akbar salah satu sahabat kehilangan Ayahnya, dia tidak mengabari kami (fadly juga tidak mengabari soal kematian ibunya) kami tahu saat menelpon kerumahnya, kami ke Rappocini, dan lihat bagaimana Akbar sama seperti Fadly kemarin bersikap dewasa menghaadapi kehilangan ini. Aku kagum pada mereka, manusia2 yang tangguh menghadapi dunia....aku tak siap berada p...